Wunang: Juru Bicara Orang Sumba

Wunang: Juru Bicara Orang Sumba

Guys, dalam setiap acara budaya dikalangan orang Sumba selalu ada sosok yang perannya sangat penting. Sosok atau tokoh tersebut dikenal dengan sebutan Wunang. Peran Wunang ini cukup besar karena posisinya sebagai juru bicara untuk pihak yang sedang hajatan.

Nah, anda mungkin ingin dengar bagaimana para Wunang di Sumba khususnya di daerrah Sumba Timur berbalas-balasan syair adat pada waktu prosesi meminang gadis.

Sebelumnya, perlu anda ketahui, dalam ritul adat pernikahan di kalangan orang Sumba Timur ada 4 tahapan penting.

Pertama, sang pria harus datang bersama utusan keluarga untuk “mengetuk pintu” ke rumah si gadis pujaannya. Istilah mengetuk pintu ini sama seperti perkenalan diri kepada keluarga si gadis. Pada saat “ketuk pintu” ini keluarga pria akan membawa buah sirih dan pinang serta mamuli yang terbuat dari emas bahkan mungkin akan membawa hewan besar seperti kuda atau kerbau untuk menyatakan tujuan kedatangannya.

Jika keluarga si gadis menerima maksud dan tujuan si pria, maka tahap ini telah dilewati, tetapi sabar dulu, karena sampai tahap ini belum tuntas guys. Dalam pembicaraan dalam acara ketuk pintu ini akan sampai pada kesepakatan untuk masuk ke tahap ke dua nanti.

Kedua, nah tahapan ke dua ini yang saya videokan namanya “masuk minta” atau melamar/meminang sang gadis. Keluarga pria harus siapkan “mamuli” emas, “lulu amah” serta kuda dan kerbau. Wow….kebayangkan ribetnya jadi orang Sumba, tapi itulah budaya orang Sumba.

Pada tahapan ini, berkisar 10-12 ekor hewan besar yang disiapkan. Saat acara prosesi adat berjalan di mana peran Wunang dari kedua belah pihak berbicara maka bisa memakan waktu semalaman. Saya bela-belain begadang sampai jam 3 subuh agar bisa mengambil gambar video amatiran ini.

Setelah prosesi pembicaraan para Wunang selesai dan telah menghasilkan kesepakatan, barulah sang gadis keluar untuk menyapa keluarga sang pria untuk “makan sirih pinang” atau bersay hello kepada tamunya.

Ok guys, setelah tahapan ini selesai, kita masuk ke tahapan berikutnya yaitu tahap ketiga. Tahap ini, pihak keluarga sang gadis dalam hal ini Paman dari si gadis bertindak sebagai tokoh penting yang akan pergi berkunjung ke rumah sang pria dengan maksud dan tujuan untuk mengetahui sejauh mana persiapan sang pria sebelum masuk ke tahap keempat nanti.

Pada prosesi ini, sang Paman akan menyampaikan permintaan untuk menyediakan sejumlah hewan yang akan dibawa nanti. Jumlahnya sesuai dengan permintaan keluarga si gadis, dan biasanya berkisar 15-20 kuda atau kerbau. Wow… ampun deh…

Setelah si Paman menyampaikan permintaan hewan tersebut maka tahap ini selesai. Oh ya guys, dalam prosesi ini peran Wunang tetap ada selaku juru bicara

Nah ini tahap yang keempat atau prosesi terakhir. Tahap ini dikenal dengan istilah dalam bahasa Sumba Purrungandi yang artinya  membawa sang gadis ke rumah sang pria (boyongan).

Setelah sang pria siap memasuki tahap ini, ia akan membawa semua hewan yang diminta pada tahap 3 tadi dan diserahkan ke keluarga sang gadis. Prosesi ini akan memakan waktu pembicaraan semalam suntuk juga, tapi kalau tidak ada titik temu kedua belah pihak bisa 2 malam baru selesai prosesinya.

Sang Wunang akan memainkan perannya selama dilangsungkan acara adat ini hingga tuntas. Oya, tambahan ya guys, prosesi ini bisa memakan waktu hingga bertahun-tahun baru selesai melewati semua tahapan. Wow.. susah amat ya meminang gadis Sumba? Ha..ha…

Ok guys, simak yuk video singkat ini :-)

Dipost Oleh Rooslinda Rambu Lodji

Traveler, penulis dan penggiat pertanian :-)

Post Terkait

Tinggalkan Komentar